selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun''

indonesia 26 juni 2010. selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun'' semoga anda senang dengan blog saya dan senring mengunjungi blog saya ''rahmadanaxtosantrun''. Tertanda rahmad.cahyo.gumilar

EKSKLUSIF Jesper Blomqvist: Liga Primer Indonesia Akan Dipertimbangkan, Manchester United Akan Sulit Meraih Treble Musim Ini

Kamis, 17 Maret 2011

Bekas pemain Manchester United Jesper Blomqvist terkesan dengan sikap profesional Liga Primer Indonesia (LPI), tapi belum dapat mengambil keputusan apakah dirinya dapat membela Persebaya 1927 pada Juni mendatang.

"Ini kunjungan pertama saya ke Indonesia. Jakarta adalah kota yang sangat besar. Hari ini saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas selama empat hingga lima jam. Tapi secara keseluruhan saya senang di sini," kata Blomqvist saat ditemui GOAL.com Indonesia, Rabu malam (16/3), di Kemang, Jakarta Selatan.

"Tapi belum ada keputusan apapun. Tidak ada harapan apapun. Saya datang untuk berbicara dengan pihak LPI. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Siapa tahu? Saya baru ada waktu lagi bulan Juni. Sekarang ini saya sedang membangun apartemen di Stockholm, dan diperkirakan selesai akhir Mei.

"Semuanya menyenangkan di Indonesia. Saya menyukai pendekatan profesional mereka [LPI], dan alangkah baiknya jika mereka menjadi liga resmi yang diakui."

Sebelumnya Blomqvist disebut-sebut merapat ke Persebaya 1927. Tapi semuanya masih dalam tahap pembicaraan awal.

"Saya belum terlalu memikirkannya. Kami baru saja membahas semuanya hari ini, dan saya baru dengar tentang timnya [Persebaya]," ujar Blomqvist yang didampingi General Manager LPI Arya Abhiseka serta CEO Persebaya 1927 Llano Mahardhika.

Jesper Blomqvist
Jesper Blomqvist menilai Manchester United akan
kesulitan mencari pengganti Sir Alex Ferguson


Blomqvist merupakan salah satu anggota Manchester United yang meraih tiga gelar sekaligus - juara Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Liga Champions - pada musim 1998/99. Ia nyaris membobol gawang Bayern Munich di final Liga Champions, sebelum digantikan Teddy Sheringham pada menit ke-67. Sayangnya pada dua musim berikutnya, Blomqvist dihantui cedera lutut dan akhirnya dilepas ke Everton.

Menurut Blomqvist, saat ini Manchester United memiliki komposisi skuad yang lebih kuat. Namun untuk mengulang gelar Treble sebagaimana yang diraih skuad 1998/99, Blomqvist pesimistis.

"Tidak. Saya pikir terlalu sulit. Menurut saya skuadnya tidak cukup mendalam untuk meraih treble musim ini. Menjuarai liga, Piala FA dan Liga Champions adalah prestasi hebat. Bukan berarti saya mengatakan skuad 1998/99 yang meraih treble lebih hebat. Hanya saja, kompetisi sekarang lebih tangguh," ungkap Blomqvist.

"Ketika mereka juara di Moskwa [di final Liga Champions 2007/08 atas Chelsea], dan setahun kemudian saat menghadapi Barcelona, mereka mempunyai tim yang hebat. Kami memiliki atmosfer dan feeling yang kuat kala itu, sedangkan tim yang bermain di Moskwa terdiri dari bintang-bintang dengan skill yang lebih hebat seperti [Cristiano] Ronaldo, Rio Ferdinand, and [Nemanja] Vidic. Tapi persaingan sekarang lebih berat.

"Jika dilihat lagi, saya menyadari betapa fantastisnya prestasi tersebut. Mungkin tidak akan terulang lagi. Saat itu semangat kami sangat tinggi, kami bekerja keras."

Pemain kelahiran 5 Februari 1974 ini juga menyanjung tinggi bos Manchester United Sir Alex Ferguson, dan manajemen klub akan sulit mencari penggantinya.

"Ketika melihat mereka melawan Arsenal di Piala FA, menurut saya itu luar biasa. Tim yang diturunkan terdiri dari tujuh bek, susunan yang aneh. Tapi Ferguson membuat semuanya seolah-olah mudah di saat semua orang berpikir Arsenal akan mengalahkan mereka," ujar Blomqvist.

"Bagi saya, Ferguson adalah jenius, master dalam hal taktik dan kalau melakukan hal seperti itu, kita berpikir dia bisa melakukan segalanya, selamanya. Tapi suatu saat tentunya dia harus pensiun.

"Sangat sulit untuk mencari penggantinya. Sudah ada beberapa nama yang pernah disebut, misalnya [David] Moyes dari Everton, Pep Guardiola hingga Jose Mourinho. Saya tidak tahu tapi saya pikir Alex Ferguson sendiri akan berpengaruh pada pilihan tersebut."

Pada kesempatan yang sama, GOAL.com menanyakan tentang performa Zlatan Ibrahimovic, rekan senegara Blomqvist yang kini merumput di AC Milan, yang juga salah satu bekas klub Blomqvist pada 1996-1997 sebelum hengkang ke Parma. Menurut Blomqvist, pada akhirnya Ibrahimovic akan membuktikan semua orang salah.

"Tahun ini saya akui saya sangat terkesan dengan Zlatan. Ketika dia pindah ke Milan, awalnya saya berpikir dia salah, karena saya punya firasat buruk terhadap transfer tersebut. Tapi dia membuktikan semua orang salah, dan mencetak banyak gol," jelas Blomqvist.

"Dan sekarang dia dalam form yang buruk, tapi semua pemain pasti mengalaminya. Sayangnya dia sekarang terkena sanksi tiga pertandingan akibat kartu merah di pertandingan terakhir. Itu tidak bagus karena Milan butuh dia, dan dia akan absen melawan Inter.

"Tapi Ibra akan terus bekerja keras, dia tahu apa yang terbaik. Setelah kembali dari larangan tiga pertandingan, dia akan kembali mencetak gol."

Blomqvist juga menyayangkan terjadinya kemerosotan Serie A.

"Ketika saya bermain di Italia, Serie A lebih kuat. Mereka masih bermain taktis, tapi intensitas lebih tinggi di Inggris," kata Blomqvist.

"Serie A mengalami kemunduran karena mereka hidup dalam dunia mereka sendiri, sedangkan di Inggris mereka terus berupaya mengubah segalanya. Di Italia, semuanya berjalan di tempat. Tapi sekarang mereka berusaha memperbaiki kualitas pelatih, seperti [Luciano] Spalletti saat datang ke AS Roma, dan Walter Mazzarri di Napoli yang menghadirkan permainan taktis dengan tempo yang lebih cepat."

Jesper Blomqvist
Jesper Blomqvist menjadi bagian dari timnas Swedia
yang meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 1994


Gelandang sayap asal Swedia ini baru saja mengikuti Football Masters Tour 2011, sebuah kompetisi eksebisi antara bekas bintang veteran Liga Primer Inggris yang digelar 13-15 Maret lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Blomqvist yang tergabung dalam Manchester United All-Stars sempat mengalahkan Liverpool All-Stars, namun gagal juara karena harus mengakui keunggulan EPL All-Stars di final.

Berusia 37 tahun belum memaksa Blomqvist berpikir untuk gantung sepatu. Dia memang sudah melewati masa prima, tapi beragam aktivitas selain sepakbola membuat Blomqvist merasa lebih kuat.

"Karier profesional di Inggris sudah berakhir sejak lama. Tapi saya mulai melatih tim sepakbola di Swedia selama lima tahun terakhir. Tahun lalu saya banyak training dengan Hammarby, tim divisi dua Swedia. Tapi saya merasa dalam kondisi terkuat selama sepuluh tahun terakhir," papar Blomqvist.

"Itulah sebabnya saya merasa masih bisa melanjutkan karier sepakbola. Saya merasa kondisi lutut sudah membaik. Saya merasa fantastis, tapi selain itu saya juga mencintai bermain sepakbola. Karena semangat mungkin saya bisa bermain setahun lagi atau enam bulan lagi, siapa tahu? Selama masih bisa, kenapa tidak?" lanjutnya.

Blomqvist juga mengakui, pengalaman menjadi pelatih justru lebih sulit. Selain sebagai pemain, dia menjadi salah satu asisten pelatih di Hammarby, dan sebelumnya pada 2008-2010 melatih klub divisi dua Enköping, dan pernah pula menangani salah satu klub junior di Swedia.

Konsultan Investor Asing Kritik Federasi Australia


Konsultan yang menjadi jembatan calon investor dengan klub Liga Utama Australia [A-League], Tony Rallis, mengecam kebijakan federasi sepakbola Australia [FFA] yang terkesan mempersulit keinginan investor asing yang ingin menanamkan jutaan dolar Australia di A-League.

Dilansir Sydney Morning Herald, ada dua calon investor yang berminat membeli klub A-League, yakni anggota keluarga kerajaan Arab Saudi pangeran Faisal bin Turki bin Nasser dan keluarga Bakrie.

“FFA harus memperlihatkan rasa hormat ketika ada orang dengan dana besar ingin terlibat di kompetisi. Saya tidak akan mempermalukan diri sendiri. Mereka adalah orang-orang yang seriys dengan sepakbola. Mereka tidak ragu menanamkan modal di sini, karena melihat potensi yang ada dan tidak ditemui di tempat lain,” cetus Rallis.

“Jika FFA terus bersikap seperti ini, maka mereka tidak hanya kehilangan dua pengusaha ini, tapi juga semua investor asal Asia yang ingin masuk. Pikirkan berapa banyak pemain dari A-League yang keluar pada jendala transfer. Menurut hitungan saya, 12 dari 14 pemain hijrah ke Asia.”

“Kita tidak harus takut kepada Asia. Mereka adalah sandaran masa depan sepakbola Australia. Sekali kita memperlihatkan keinginan bekerja sama, dan mempelajari cara berbisnis dengan mereka, kita akan mendapatkan keuntungan.”

FFA merasa yakin Brisbane Roar merupakan klub papan atas A-League yang bisa menarik minat investor. Di lain sisi, situasi tidak bagus dialami Central Coast Mariners yang mengalami krisis keuangan, dan membutuhkan suntikan dana 500 ribu dolar Australia untuk menstabilkan finansial mereka.

“Keluarga Bakrie mempunyai 20 persen saham Leicester City, sebuah klub Belgia, dan klub Pelita Jaya. Mereka punya alasan kuat untuk terlinat di Mariners. Mereka akan segera datang untuk melihat situasi pada akhir bulan. Saya masih berharap kesepakatan bisa tercapai,” kata Rallis.

PSSI Kecam Pemakaian Lambang oleh Elemen Lain


VIVAnews - PSSI kembali menegaskan otoritasnya sebagai wadah sepakbola nasional. Kali ini PSSI mengecam penggunaan lambang oleh Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) di sejumlah surat kabar.

Tidak dijelaskan bagaimana bentuk lambang PSSI yang digunakan KPPN dalam iklan tersebut. Hanya disebutkan materi iklan itu berbunyi empat hal, termasuk mosi tidak percaya dan tidak mengakui kepengurusan PSSI periode 2007-2011 dibawah kepemimpinan Nurdin Halid, Nirwan Bakrie dan Nugraha Besoes.

"Hanya ada satu PSSI, dengan lambang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Kalau ada elemen sepakbola lain yang memakai lambang PSSI, itu sangat tidak pantas," Komite Eksekutive atau Exco PSSI Ibnu Munzir dilansir dari situs resmi PSSI.

Hal ini juga jadi penegasan atas pernyataan Sekjen PSSI Nugraha Besoes pekan lalu. Saat itu Kang Nug -sapaan akrabnya- menyatakan bahwa hingga saat ini satu PSSI yang telah diakui resmi oleh FIFA. Yakni, PSSI yang beralamat di Pintu X-XI Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

KPPN yang diketuai Syachrial Damopoli tadinya juga berencana menggelar Kongres tandingan PSSI pada 26 April di Solo. Sebelum Kongres itu terjadi akan digelar lebih dulu kongres pendahuluan di Surabaya pada 26 Maret untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding.

Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan sendiri oleh KPPN dengan alasan tidak ingin menambah kisruh kondisi sepakbola dalam negeri. Hal ini dilakukan KPPN dengan mengajukan syarat, termasuk Kongres PSSI harus berdasarkan Statuta FIFA dan Electoral Vote FIFA.

• VIVAnews

Inilah Daftar Pemain Keturunan Maluku Yang Siap Tampil Di Indonesia

Jumat, 11 Maret 2011


Giovanni van Bronckhorst akan mendampingi tim yang bermaterikan pemain keturunan Maluku-Belanda melawan timnas Indonesia U-23 di Gelora Bung Karno pekan depan, demikian RNW.

Tim Maluku-Belanda akan mampir ke empat kota selama lawatan di Indonesia, yaitu ke Ambon, Surabaya, Jakarta, dan Denpasar. Namun, Van Bronckhorst dijadwalkan hanya tampil bersama tim selama di Jakarta, 17-20 Maret ini. Kapten timnas Belanda di Piala Dunia lalu itu dijadwalkan pula menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menjadi bintang tamu acara televisi nasional.

"Sementara Gio hanya tampil di Jakarta, tetapi tim Maluku-Belanda akan mengunjungi Ambon sebagai kota tujuan pertama," ujar pelatih Johnny Taihuttu.

Tim tersebut bermaterikan para pemain yang membela tim-tim Eredivisie dan Eerstedivisie, tetapi Taihuttu yakin mampu mengimbangi Indonesia.
"Meski mereka bermain di divisi tertinggi liga amatir, semuanya mendapat pendidikan sepuluh tahun di klub profesional," tukasnya.

Para pemain juga mengusung misi tertentu saat tampil di negeri leluhurnya, seperti misalnya Sagali Usmany Hertog.

"Saya ingin menunjukkan kemampuan saya di depan publik Indonesia dan mudah-mudahan pula ada klub yang berminat," ujar pemain klub Top Oss ini.

Tim Maluku-Belanda dijadwalkan menjalani lawatan selama dua pekan diawali Sabtu 13 Maret esok hingga 27 Maret.

Daftar susunan pemain serta klub tempat mereka menempa ilmu sepakbola:


Steven Steegh (Borussia Monchengladbach), Jermayel Maruanaja (Fortuna Sittard), Tjemu Kunu (MVV Maastricht), Joas Siahaija (MVV Maastricht), Yoram Pesulima (Vitesse Arnhem), Gino Taihuttu (Fortuna Sittard), David Magee (FC Utrecht), Jocky Hooijmans (FC Den Bosch), Nijgel Senen (RKC Waalwijk), Benju Nunumete (VVV Venlo), Mahiri Sabandar (NEC Nijmegen), Sagall Hertog (Top Oss), Martinus Titaley (Fortuna Sittard), Nicky Munz (PSV Eindhoven), Michel van Veen (Fortuna Sittard - Genk), Allesio Franciscus (Fortuna Sittard), Timmy Hattu (VVV Venlo).

Pelatih: Johnny Taihuttu.
Asisten pelatih:
Didi Taihuttu, Max Hattu.

Suk & Lilipaly Kembali Ke Belanda


Joey Suk dan Stefano Lilipaly, dua dari empat pemain keturunan yang dipersiapkan membela timnas Indonesia U-23, sudah kembali ke Belanda setelah berlatih bersama Garuda Muda untuk pertandingan kualifikasi Olimpiade.

Menurut RNW, Suk sudah mendarat di bandara Schipol, Amsterdam, 6 Maret lalu. Urusan paspor yang belum selesai menghalangi niat gelandang Go Ahead Eagles ini untuk membela Indonesia menghadapi Turkmenistan.

Jika masalah paspor sudah selesai, ujar Suk, dirinya siap membela Indonesia.

Pemain keturunan lain yang juga kembali ke Belanda adalah gelandang FC Utrecht, Stefano Lilipaly. Perjalanan Fano, panggilan akrabnya, ke Indonesia begitu mengesankan sehingga di akun Facebook miliknya dia mencetuskan keinginan kembali ke Indonesia meski baru dua hari berada di Belanda.

Sepupu Stefano yang menemaninya selama di Jakarta, Tonnie Cusell, juga punya kesan tersendiri. Pemain FC Hilversum ini ingin segera bermain di klub Indonesia. Berdasarkan pertemuan dengan deputi bidang teknik PSSI, Iman Arif, Tonnie membuka keinginan berkiprah di Indonesia dan bahkan timnas Merah-Putih.
Cusell bahkan bermain cemerlang ketika kembali memperkuat FC Hilversum. Baru beberapa jam mendarat, Cusell menginspirasi kemenangan telak Hilversum 5-1 atas AFC Amsterdam. Penampilan Cusell menuai pujian dari situs RTV-Noord Holland. Pelatih Karel Bosink bahkan menggelarinya "Ronaldonya Hilversum".

Timnas Indonesia U-23 juga memiliki dua pemain keturunan lain, yaitu Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels. Rencananya kedua pemain itu akan membela Pelita Jaya di Superliga Indonesia (ISL).

Sementara, satu pemain lain, yaitu bek kekar Tangerang Wolves Regilio Jacobs, juga sedang kembali ke Belanda dengan alasan pribadi. Jacobs cuti sepuluh hari dari Wolves karena neneknya meninggal di Belanda. Setidaknya kepulangan itu bisa mengobati rasa homesick Jacobs selama di Indonesia, seperti yang tertuang melalui akun Twitter dan Facebook miliknya.

SPESIAL: LPI Terdengar Hingga Brasil

Selasa, 08 Maret 2011


Salah satu portal berita terkemuka Brasil, Lancenet, memberi perhatian khusus kepada Liga Primer Indonesia (LPI). Media on-line Negeri Samba itu mengangkat kisah marquee player LPI, Amaral, ke dalam artikelnya.

Amaral dianggap mendapat kesempatan kedua berjaya di lapangan sepakbola dengan menerima ajakan bergabung dari Manado United. Di klub barunya, pemain berusia 38 tahun itu menerima kontrak lumayan, tinggal di rumah yang bagus, dan mengenakan kostum bernomor punggung 10.

Kedatangan Amaral ke Indonesia diawali dengan kontak dari Luciano Leandro. Eks pemain yang pernah sembilan tahun berkiprah di Indonesia itu memperkenalkan kompetisi model baru yang bertujuan bersih dari korupsi. Dengan mendengarkan saran Luciano, kini Amaral kembali menikmati masa-masa kejayaan sebagai pemain idola. Pendukung dan bahkan pemain lawan berebutan meminta berfoto bersamanya.
"Dari semua negara yang pernah saya kunjungi, di sini yang saya rasakan budayanya paling berbeda. Tapi saya menikmatinya," ujar Amaral.

"Orang-orang di sini membuat sup mata ayam, minum darah ular, dan bahkan saya diajak mencicipi daging kelawar. Saya bilang, saya takkan memakan Batman di sini [tertawa]."

"Saya tidak takut. Tapi yang membuat saya sedikit takut adalah bangun setiap pagi dan berhadapan dengan gunung berapi. Rumah saya hanya dua kilometer dari gunung berapi. Saya bilang ke sepupu saya, Vanderlei [yang menemaninya di Manado], kalau ada letusan yang harus dilakukan adalah membawa saya pergi dari sini."

Amaral menikmati lingkungan barunya. Saat berlatih, ribuan pasang mata menyaksikan tim. Bahkan dirinya dijadikan maskot tim. Foto Amaral dipasang di tiket pertandingan dan wajahnya terpampang di billboard tim. Apa pendapatnya soal fans Indonesia?

"Fans Brasil baru bereaksi kalau timnya juara atau bahkan kalah sama sekali. Tidak di sini. Mereka sangat bersemangat. Mereka sangat ramah kepada saya jika bertemu di jalan dan meminta berfoto bersama. Pemain dari tim lain pun meminta berfoto bersama saya," tukas pemain yang pernah membela Fiorentina ini.

"Gaji yang saya dapat di sini sebenarnya bisa juga didapat di Brasil, tapi tak berarti apapun dengan peluang ini. Saya bisa rasakan perbedaan di Indonesia gaji tidak terlambat, sedangkan bermain di klub kecil Brasil Anda hanya dibayar sekali dan tiga bulan kemudian tertunggak."

Figur yang mengajak Amaral ke Indonesia, Luciano Leandro, kini sibuk mengurusi bisnis sebagai pemilik Hotel Makassar di Rio de Janeiro. Leandro juga aktif melatih klub liga setempat, Goytacaz. Ketika LPI bergulir Januari lalu, Leandro kabarnya akan bergabung sebagai asisten pelatih Sartono Anwar di Persibo Bojonegoro.

"Memang kami sempat bicara kontrak di Bojonegoro, tapi saya sibuk sekali di Brasil," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

"Saya sudah kirim e-mail ke pak Ferry [Kodrat, CEO Persibo] dan saya minta maaf karena tidak bisa keluar dari Brasil. Banyak urusan di sini. Saya akan selesaikan dulu urusan saya dan nanti bulan Mei akan kembali ke Indonesia."

"Saya senang sekali melihat suasana di Solo [ketika kick-off LPI], Bojonegoro, dan Surabaya. Pengurus, suporter, pemain, dan wartawan kerja sama untuk memperbaiki sepakbola Indonesia."

Luciano mengaku terus memantau perkembangan sepakbola Indonesia melalui internet. Dua tahun lalu, Luciano pernah menangani PSMS Medan meski kiprahnya hanya berusia tiga bulan.

Keluarga Bakrie Beli Klub A-League?


Keluarga Bakrie dikabarkan berminat untuk membeli sebuah klub Liga Utama Australia [A-League]. Demikian dilansir majalah FourFour Two.

Keluarga Bakrie masuk dalam sepuluh besar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan majalan Forbes, kekayaan yang dimiliki keluarga ini ditaksir mencapai US$2,1 miliar.

Selain memiliki klub Superliga Indonesia, Pelita Jaya Karawang, jaringan usaha keluarga ini juga mempunyai 20 persen saham di salah satu klub Divisi Championship Inggris, Leicester City.

Menurut majalah FourFourTwo, sumber di Jakarta menyebutkan, keluarga Bakrie sedang mempertimbangkan untuk membeli atau berinvestasi di salah satu klub A-League. Hanya saja, belum diketahui klub yang diincar keluarga tersebut.

Saat ini, Pelita Jaya telah meminjam dua pemain A-League, yakni bek Central Coast Chris Doig, dan mantan winger Olyroo Troy Hearfield. Pelita Jaya juga mendatangkan top skorer Piala AFF 2010 asal Malaysia, Safee Sali.

Suratkabar Jakarta Post belum lama ini menggambarkan ambisi keluarga Bakrie yang ingin berbisnis di sepakbola. Sektor ini akan dijadikan unggulan, disamping bisnis pertambangan.