selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun''

indonesia 26 juni 2010. selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun'' semoga anda senang dengan blog saya dan senring mengunjungi blog saya ''rahmadanaxtosantrun''. Tertanda rahmad.cahyo.gumilar

Roy Suryo: Penggugat Kaos Timnas Mau Terkenal

Selasa, 14 Desember 2010


VIVAnews - Politisi Partai Demokrat Roy Suryo menilai gugatan atas kaos Tim Nasional Sepakbola Indonesia karena menggunakan lambang Burung Garuda mengada-ada. Roy yang dulu ikut terlibat penyusunan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan itu menilai David ML Tobing, penggugat, ingin terkenal.

"Argumen dia terlalu mengada-ada," kata Roy saat dihubungi VIVAnews, Rabu 15 Desember 2010 pagi. "Di dalam penyusunan Undang-undang itu sempat ada diskusi soal pemakaian lambang dalam olahraga," katanya.

Dan kesepakatannya, kata Roy, ada hal-hal yang tidak perlu dijelaskan secara terinci. "Misal atribut, itu kan sudah jelas. Kaos, topi, dan sebagainya. Namun itu tidak ditulis dalam Undang-undang," kata Roy.

Dan pemakaian lambang Garuda di kaos Timnas pun, ujar Roy, juga sesuai dengan Pasal 54 UU Nomor 24/2009 itu. "Lencana dan atribut ditempatkan di dada sebelah kiri," katanya.

Kemudian soal David yang memasalahkan ada siluet di lambang Burung Garuda, menurut Roy, tidak masalah. "Pasal 57 menyatakan, sepanjang tidak menodai, mengotori, tidak masalah," katanya. "Memangnya siluet merusak lambangnya?"

Kemudian David juga mengutarakan pasal 57 huruf e sebagai dalilnya menggugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yakni soal larangan "penggunaan di luar undang-undang ini."

Roy menjawab, David telah membaca undang-undang tidak bisa sepotong-potong. Huruf e tersebut, kata Roy, juga terkait dengan yang di atasnya.

"Kalau ada perayaan, kan sering rakyat menggambarkannya secara swadaya," kata Roy. "Jika digambar sepanjang itu tidak merendahkan, atau menurunkan derajat, tidak masalah. Tujuan mereka membuat kaos itu untuk kebanggaan, mengapa tidak.
Itu masih no problem.

"Tapi jika kemudian logo itu dipakai di pakaian dalam, tentu bermasalah. Ketika Ahmad Dhani menggunakan merah putih dengan logo Dewa itu salah," ujar Roy.

Satu hal lagi, kata Roy, dia mendengar sejarawan Asvi Warman Adam menyatakan lambang Garuda sudah dipakai di kaos Timnas sejak tahun 1956. Bahkan, lambang Garuda yang dipakai sangat besar, memenuhi dada.

"Kalau David mau menggugat, kenapa tidak menggugat saja sejak dulu? Mengapa baru sekarang? Ini jelas orang ini mencari popularitas, mencari momen saja," katanya.

Kemarin, David menjelaskan, lambang negara di kostum Timnas ada di dua tempat. Berupa emblem Garuda di dada kiri dan watermark Garuda yang memanjang dari dada hingga perut bagian atas.

David mengajukan lima pihak sebagai tergugat. Tergugat pertama adalah Presiden. Tergugat kedua adalah Mendiknas, yang merupakan pihak yang memiliki otoritas dan kewenangan untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis.

Sementara, tergugat ketiga adalah Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga. "Tergugat 1 sampai 3 pada dasarnya mengetahui dan menyadari penggunaan lambang negara yang telah dilakukan Tergugat 5, Nike," kata David.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dijadikan tergugat keempat. Sementara, produsen kostum Timnas, Nike dijadikan tergugat lima. "Karena membuat dan memasarkan kostum Timnas Indonesia yang menggunakan lambang negara," kata David.

David juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat mengendurkan semangat kesebelasan Indonesia dan semangat rakyat Indonesia mendukung persepakbolaan. Juga tidak ada niat mencari ketenaran. Dia menegaskan bahwa gugatan itu dilakukan karena sadar hukum dan agar menjadi perhatian pihak berwajib.

Kim Segera Menyusul Bachdim dan Gonzales

Senin, 13 Desember 2010


VIVAnews - Kim Jeffrey Kurniawan, pemain keturunan Jerman-Indonesia, dalam waktu dekat akan menyusul dua rekannya, Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales, untuk menjadi pemain naturalisasi di tim nasional Indonesia.

Selanjutnya, pemain kelahiran Muhlacker Stuttgart, Jerman, 23 Maret 1990 ini akan langsung bergabung dengan salah satu klub di Indonesia, yakni Persema Malang. Tapi, statusnya masih magang, lantaran ia belum mendapatkan paspor Indonesia.

"Tentu kami menyambutnya dengan suka cita, karena proses menjadikan Kim sebagai WNI sudah disetujui Menkum dan HAM, dan selanjutnya Persema akan langsung mengontraknya, karena memang sudah dipersiapkan sejak lama," kata Manajer Persema Malang, Asmuri, kepada VIVAnews.com, Selasa, 14 Desember 2010. "Kami mendapat kabar itu dari Badan Tim Nasional, bahwa paspor Kim sudah bisa turun paling lama bulan Januari 2011 mendatang,"

Diakui Asmuri, pada awalnya orang tua Kim berkeberatan. Tapi, akhirnya mereka meluluskannya karena keinginan Kim begitu besar untuk bergabung dengan skuad Merah Putih.

"Waktu di Jerman kami berbicang dengan orang tua Kim yang memang berat melepas anaknya itu. Tapi Kim dengan tegas di hadapan orangtuanya menyatakan ingin menjadi WNI dan akan segera memperkuat Persema."

Mengenai cedera engkel yang di dera Kim, Asmuri tidak mempersoalkan, karena Kim sudah sejak lama melakukan terapi secara rutin selama masih magang di Arema. "Kim sudah pulih setelah menjalani terapi yang cukup panjang,"

Asmuri berharap Kim bisa bermain maksimal dan mempersiapkan diri dengan berlatih bersama anggota tim lain sebelum memasuki musim II Indonesia Super League (ISL) 2011.

"Dia sangat menyukai Indonesia, teruma Malang. Kami yakin Kim bisa bermain baik. Soal apakah akan masuk pelatnas atau tidak, itu nomor dua. Yang terpenting Kim sekarang resmi berstatus WNI," jelas Asmuri. (kd)

• VIVAnews

Ferdinand Ingin Liburan Di Indonesia


Manchester United belum merencanakan tur ke Indonesia lagi setelah tragedi bom Kuningan beberapa waktu lalu. Namun demikian, salah satu punggawa mereka sudah merencanakan untuk hadir di Indonesia musim panas mendatang.

Adalah Rio Ferdinand yang merencanakan hadir ke Indonesia saat jeda kompetisi musim panas untuk berlibur.

"Saya tak tahu kemana tim saya akan bepergian untuk tur musim panas kami, tapi saya mungkin akan ke Indonesia untuk berlibur," demikian Ferdinand menyampaikan niatnya di akun Twitter-nya, @rioferdy5, hari ini.

Indonesia sepertinya memiliki kesan tersendiri bagi Ferdinand. Sebelumnya dia juga sudah beberapa kali mengomentari lewat akun Twitter-nya mengenai apa yang terjadi di Indonesia, termasuk perjuangan timnas di Piala AFF 2010.

Sampai ketemu di Indonesia, Ferdy!

Igbonefo Siap Dinaturalisasi

Minggu, 12 Desember 2010


Manager Persipura Rudy Maswi, mengatakan Victor Igbonefo sudah mau ikut progran naturalisasi dan sampai sekarang masih menunggu kepastian dari PSSI di Jakarta. Andai kata dia lolos berarti Persipura bisa menambah satu pemain asing lagi sebab saat ini striker Beto sudah siap untuk bergabung kembali tahun depan.

"Victor sendiri sudah bersedia menerima naturalisasi dan sekarang tunggu saja realisasinya saja," ujar Rudy Maswi manajer Persipura kepada GOAL.com Indonesia di lapangan Brimoda Kotaraja Jayapura saat menyaksikan ujicoba Persipura lawan Elang Brimob, Sabtu (11/12).

Ditambahkannya, Victor Igbonefo termasuk salah satu pemain asing yang sudah lama bergabung di Persipura tepatnya sejak 2003 lalu dan ikut membela Persipura menjadi juara Superliga Indonesia edisi 2005 dan Piala Indonesia 2008/09.

"Kami merasa senang jika Victor Igbonefo bisa masuk dalam skuad Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi. Banyak pemain Persipura di timnas justru lebih bagus dan jika Victor termasuk dalam naturalisasi pemain," harap Rudy Maswi.
Secara terpisah Victor Igbonefo mengaku bersedia dan siap jika dari pihak BTN PSSI ada yang menghubunginya.

"Sampai sekarang mereka belum kontak saya tapi saya bersedia,” papar Victor Igbonefo yang belakangan ini lagi dekat dengan Putri Nere anak kandung mantan gelandang Persipura dan Timnas Rully Nere.

“Victor Igbonefo itu pemain yang rajin bisa bermain di gelandang dan mampu membikin gol,” kata pengamat sepakbola di Jayapura Dr Rainner Schunenmann.

Mantan pelatih kepala Persipura Rahmad Darmawan, saat membesut Persipura pernah berkomentar jika dia ikut memilih pemain terbaik saat Persipura juara di tahun 2005 Igbonefo akan menjadi pilihannya. Namun saat itu status pemain terbaik jatuh ke Christian Warobay yang kini memperkuat Persidafon.

Victor Igbonefo termasuk pemain yang setia dan tetap bertahan memakai kostum Persipura. Jika Boaz tak tampil bermain di Persipura otomatis Victor Igbonefo yang akan memakai ban kapten Persipura.(gk-34)

Irfan: Untuk Juara Harus Siap Lawan Semua Tim

Jumat, 10 Desember 2010


VIVAnews - Tim nasional (timnas) Indonesia akan bertemu Filipina di semifinal Piala AFF 2010. Striker Indonesia, Irfan Haarys Bachdim mengaku tak gentar meski di tim lawan bercokol delapan pemain naturalisasi.

Filipina tampil sebagai kuda hitam di Piala AFF 2010. Berstatus sebagai tim kualifikasi, pasukan Simon McMenemy tampil mengejutkan pada penyisihan Grup B dengan melaju ke babak semifinal untuk kali pertam sepanjang Piala AFF.

Di laga perdana, Filipina berhasil menahan imbang Singapura 1-1. Selanjutnya negeri yang lebih dikenal lewat olahraga tinju dan basket itu mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan skor 2-0.

Filipina akhirnya memastikan satu tempat di babak semifinal usai menahan imbang Myanmar 0-0. Tampil sebagai runner up grup, Filipina pun harus berhadapan dengan juara Grup A, Indonesia.

"Untuk bisa juara kami harus siap bertemu tim mana pun. Karena itu, saya pikir tidak ada masalah apabila kami bertemu Filipina di semifinal ataupun di final," kata Irfan kepada VIVAnews, Kamis 9 Desember 2010.

Meski demikian, Irfan tak ingin meremehkan kekuatan Filipina. Hadirnya 8 pemain naturalisasi di tim tersebut menurutnya akan membuat pertandingan semifinal nanti bakal berjalan ketat.

"Ya, pertandingan nanti cukup berat. Namun, untuk menjadi juara kami harus siap berhadapan dengan tim mana pun," tandasnya.

Irfan merupakan salah satu striker andalan Indonesia pada Piala AFF 2010. Dua gol telah diciptakan pemain berdarah Indonesia-Belanda itu. Menghadapi Filipina, Irfan akan bertemu kiper tangguh, Neil Etheridge.

Neil merupakan kiper ketiga Fulham berpaspor Inggris-Filipina. Di babak penyisihan Grup B, kiper berpostur 191 cm itu baru kebobolan satu gol saat timnya bertemu Singapura di laga perdana.

• VIVAnews

Okto Tunggu Kesempatan Dipromosikan ke Eropa

Kamis, 09 Desember 2010


VIVAnews - Winger tim nasional Indonesia, Oktovianus Maniani, mengaku siap dipromosikan ke pentas sepakbola Eropa. Namun, Okto meminta usaha ini jangan setengah hati.

Okto bersama Irfan Bachdim menjadi dua pemain timnas Indonesia yang akan coba dipromosikan ke sepakbola luar negeri oleh Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif, tahun depan. Beberapa waktu lalu, Iman menegaskan pihaknya akan coba mempromosikan Okto dan Irfan ke liga-liga Eropa, khususnya Liga Inggris.

"Saya akan coba usulkan ke beberapa klub di Eropa yang penting performance mereka stabil. Kalau penampilan keduanya bagus di Piala AFF, tidak menutup kemungkinan klub asing tertarik sama mereka," ujar Iman saat itu.

Menanggapi rencana tersebut, Okto mengaku siap jika akan dipromosikan ke pentas Eropa. Namun, pemain Sriwijaya FC tersebut berharap wacana ini bukan hanya menjadi pembicaraan belaka.

"Kenapa tidak. Siapa yang tidak mau (bermain di liga-liga Eropa). Dalam dunia ini tidak ada yang tidak mungkin," papar Okto saat dihubungi VIVAnews, Kamis 9 Desember 2010.

"Tapi, rencana ini jangan setengah hati. Kalau memang ingin mempromosikan pemain ya jangan hanya dibicarakan saja.

Seperti orang Jakarta bilang 'Jangan cuma ngomong doang'," pungkas mantan pemain Persitara Jakarta Utara tersebut.

Pemain mungil tapi sangat lincah dan cepat ini sempat diminati klub Thailand. Tapi, Iman Arif mengaku akan menolaknya. Karena kualitas Liga Thailand tak beda jauh dengan Liga Indonesia.

• VIVAnews

Riedl Tetap Serius Lawan Thailand

Sabtu, 04 Desember 2010


Kendati telah berhasil lolos ke semi-final Piala AFF 2010 dengan memuncaki klasemen sementara, pelatih timnas senior Alfred Riedl tetap serius memandang pertandingan melawan Thailand di partai terakhir Grup A, Selasa [7/12] malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Pertandingan melawan Thailand sudah tidak menentukan bagi Indonesia. Walaupun menelan kekalahan, tim Merah Putih tetap memuncaki klasemen, karena raihan angka Indonesia tak bisa dikejar lagi.

“Walau kami sudah berada di semi-final, tapi kami tidak akan main-main melawan Thailand di pertandingan terakhir,” tegas Riedl dalam keterangannya kepada wartawan.

“Kami mempunyai tanggung jawab besar kepada fans yang telah memberikan dukungan penuh. Kami tidak ingin mengecewakan mereka. Tentunya kami ingin memberikan permainan yang menghibur bagi suporter saat melawan Thailand.”

Kendati menyatakan tetap serius melawan Thailand, Riedl juga mengungkapkan, tidak tertutup kemungkinan dirinya melakukan rotasi pemain agar mereka dalam kondisi lebih bugar di semi-final.

“Akan ada beberapa perubahan melawan Thailand,” kata pelatih asal Austria tersebut.