selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun''

indonesia 26 juni 2010. selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun'' semoga anda senang dengan blog saya dan senring mengunjungi blog saya ''rahmadanaxtosantrun''. Tertanda rahmad.cahyo.gumilar

Tiga Pemain Keturunan Tetap Ikut Latihan

Rabu, 06 Oktober 2010


VIVAnews - Pemain keturunan Indonesia berkewarganegaraan Belanda tetap mengikuti latihan persiapan menghadapi laga uji coba melawan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat malam mendatang.

Dihubungi disela-sela latihan, Asisten pelatih tim nasional (timnas) Indonesia, Widodo C Putra menyatakan, meski tidak boleh diturunkan karena larangan dari FIFA, pagi ini tiga pemain keturunan tetap berlatih bersama timnas Indonesia.

"Saat ini pemain timnas sedang konsentrasi berlatih bersama tiga pemain keturunan yakni Jhonny Rudolf van Beukering, Tobias Jesajas Waisapy, dan Rafael Guelermo," ujar ujar Widodo C Putra dihubungi VIVAnews.com, Kamis, 7 Oktober 2010.

Mereka, menurut Widodo, diharapkan mampu memberikan yang terbaik saat melawan Uruguay nanti, dan bisa bermain kompak dengan timnas lainnya.

Sebelumnya, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan tidak bisa menurunkan tiga pemain keturunan karena FIFA memutuskan pemain keturunan tidak boleh main di pertandingan persahabatan.

FIFA mengeluarkan keputusan tersebut, kata Nugraha, karena ketiga pemain tersebut tidak memiliki paspor Indonesia dan dianggap sebagai pemain asing.

Sebenarnya, mereka bisa tampil memperkuat Indonesia, tetapi konsekuensinya laga ini dianggap pertandingan uji coba biasa dan tidak akan mendapatkan poin peringkat bagi Indonesia. "Kami memilih untuk tidak menurunkan pemain tersebut," ujar Nugraha.

Namun, pelatih Tim Nasional Indonesia, Alfred Riedl, bersikeras akan menurunkan pemain-pemain calon naturalisasi dalam laga melawan Uruguay. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Utama Gelora BungKarno.

Padahal para pemain Belanda yang punya darah Indonesia itu belum memiliki paspor Indonesia. Sedangkan laga melawan Uruguay adalah pertandingan resmi yang mengharuskan tiap pemain merupakan warga negara tim yang bersangkutan.

"Saya sudah telepon langsung FIFA dan mereka bilang boleh menurunkan pemain-pemain itu karena ini hanyalah pertandingan persahabatan. Jadi tak ada masalah," kata Riedl.

• VIVAnews

'Pemain Indonesia Pendek-pendek'

Selasa, 05 Oktober 2010


VIVAnews - Mewujudkan impian sang kakek menjadi motivasi John van Beukering membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Striker 27 tahun ini ingin membanggakan almarhum kakeknya.

Ada pemandangan berbeda ketika Tim Nasional (Timnas) Indonesia menjalani latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa 5 Oktober 2010 sore. Ada sosok pemain bule yang tinggi dan tegap di antara pemain-pemain Indonesia lainnya.

Ya, pemain itu adalah John van Beukering, salah satu pemain keturunan yang didatangkan PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) jelang laga ujicoba melawan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 8 Oktober 2010.

Setelah tiba di Jakarta kemarin malam, Van Beukering ikut menjalani latihan bersama Timnas Indonesia sore tadi. Striker yang musim lalu membela Go Ahead Eagles di Divisi Satu Liga Belanda itu berusaha beradaptasi dengan kondisi cuaca dan pola latihan yang diterapkan pelatih Alfred Riedl.

"Mesti banyak minum, tapi cuaca di sini bagus. Tidak ada masalah. Mudah-mudahan setelah dua atau tiga hari saya bisa semakin beradaptasi," ujar striker kelahiran Velp, Belanda, 29 September 1983 itu.

"Latihan berjalan dengan bagus, banyak latihan menembak yang bagus untuk seorang striker seperti saya. Pemain Indonesia juga bagus, mereka pendek-pendek tapi punya teknik yang baik. Mudah-mudahan ke depannya Indonesia punya pemain yang lebih tinggi lagi. Komunikasi tidak ada masalah, beberapa pemain Indonesia bisa bahasa Inggris."

Ketika ditanya mengenai motivasi untuk membela Timnas Indonesia, Van Beukering mengaku salah satu alasannya adalah untuk mewujudkan impian kakeknya.

"Kalau saya tidak serius (ingin membela Timnas Indonesia), mengapa saya mau datang jauh-jauh ke sini. Saya ingin mewujudkan impian kakek saya. Dia dari Jakarta dan memimpikan saya bisa menjadi pemain Indonesia," pungkas Van Beukering.

"Mudah-mudahan saya bisa cepat membela Indonesia, dan meski dia sudah meninggal, saya harap dia bisa bangga di atas sana melihat saya membela Indonesia."

Van Beukering kemudian berharap bisa membuktikan kemampuannya di depan masyarakat Indonesia dengan diberi kesempatan bermain melawan Uruguay.

"Pertandingan melawan Uruguay akan sulit. Mudah-mudahan saya bisa diberi kesempatan bermain dan mencetak gol. Kita lihat saja nanti," kata Van Beukering. (irv)

• VIVAnews

Lawan Uruguay, Skuad Timnas Belum Lengkap

Senin, 04 Oktober 2010


VIVAnews - Baru 18 pemain yang melakoni hari pertama Training Camp (TC) tahap kedua Tim Nasional (Timnas) Indonesia di lapangan timnas, Senayan, Jakarta, Senin 4 Oktober 2010.

Dari 23 pemain yang dipanggil pelatih Alfred Riedl setidaknya ada empat pemain yang belum bergabung dengan skuad Timnas, yakni Firman Utina, Arif Suyono (Sriwijaya FC), Yesaya Desnam (Persiwa Wamena) dan Eka Ramdhani (Persib Bandung).

Keempatnya diharapkan sudah bisa bergabung pada latihan sore hari ini, Selasa 5 Oktober 2010. Sedangkan bek Arema, Zulkifli Syukur, belum bisa berlatih pada hari pertama.

"Kami masih menunggu mereka. Kami sudah mempersiapkan 23 pemain. Sementara itu, Zulkifli Syukur sudah ada di hotel tapi belum bisa ikut berlatih hari ini. Dia masih kecapean karena perjalanan ke Jakarta," ujar asisten pelatih timnas, Widodo C. Putro.

Selain ke-23 pemain yang dipanggil Riedl pada TC tahap kedua ini, akan ada tiga pemain keturunan Indonesia yang berpeluang untuk menghadapi Uruguay pada laga ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat 8 Oktober 2010.

Jhony Van Beukering (Go Head Eangels/ Belanda), Rafael Guilermo Eduardo Maitimo (FC. BIT/ China) dan Jefry De Vieser (FC. EMMEN/ Belanda) rencananya akan tiba di Jakarta hari ini dan akan segera bergabung dengan skuad Timnas Indonesia.

Riedl mengaku ketiganya berpeluang bermain melawan Uruguay, terutama Rafael, yang dikabarkan sudah memiliki paspor Indonesia.

"Kami masih menunggu kedatangan mereka bertiga. Kalau saja mereka datang, pasti akan kami berikan kesempatan bermain," pungkas Riedl usai latihan.(to)

18 Pemain Ikut Latihan Hari Pertama:

Kiper: Markus Haris Maulana (Persib), Fauzal Mubarok (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga (Arema FC).

Belakang: M.Nasuha (Persija), Irfan Raditya, Benny Wahyudi (Arema), M. Ridwan (Sriwijaya FC), Nova Arianto, Maman Abdurahman (Persib).

Tengah: Oktavianus Maniani (Sriwijaya FC), Tony Sucipto (Persija), Atep (Persib), Ahmad Bustomi (Arema), Slamet Ryadi (Persela).

Depan: Boaz Salossa (Persipura), Yongki Aribowo (Arema), Bambang Pamungkas (Persija), Jaya Teguh Angga (Persema).

• VIVAnews

Pemain Keturunan Indonesia yang bermain di Eredivisie Belanda 2010/2011 ( Bagian Ketiga )

Sabtu, 02 Oktober 2010




Seperti telah ditulis pada bagian pertama dan kedua, terdapat beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermain di Eredivisie Belanda untuk tahun 2010/2011 yang tersebar di beberapa klub seperti ADO Den Haag ada Leroy Resodihardjo dan Cristian Supusepa, kemudian VVV-Venlo dengan Michael Timisela nya, FC Utrecht terdapat nama Mark van der Mareel, FC Groningen ada nama Tom Hiariej, SBV Excelsior ada nama Tobias Waisapy. Sedangkan untuk nama-nama seperti Pattinama bersudara yaitu Edinho dan Jordao kemudia Jhony van Beukering sekarang dalam posisi Free Agent dimana mereka belum mendapatkan Klub baru.

Untuk bagian ketiga ini ada beberapa pemain keturunan Indonesia lagi yang bermain di Eredivisie Belanda untuk tahun 2010/2011 yaitu : Kevin Greg Watamaleo yang bermain di SBV Excelsior, kemudian Cayfano Latupeirissa yang bermain di NEC Nijmegen, Luciano Narsingh yang bermain di SC Heerenveen dan Estefan Pattinasarany yang bermain di AZ Alkmar ( Reserve), Abel Tamata dan Romario Sabajo dari PSV Eindhoven II.

Sekarang kita lihat profil dari masing-masing pemain tersebut :


Kevin Greg Watamaleo


Pemain keturunan Indonesia / Suriname yang lahir pada tanggal 22 January 1989 di Rotterdam ini adalah pemain yang mempunyai talenta tinggi sebagai seorang pemain tengah yang bisa juga bermain di posisi beck, pemain jebolan Feyenoord Rotterdam ini sekarang resmi bermain untuk SBV Excelsior setelah sebelumnya sebagai pemain pinjaman dari Feyenoord.

Pertama kali bermain sebagai pemain senior adalah ketika bermain untuk Feyenoord pada kompetisi Eredivisie tahun 2008/2009, dimana dia bermain sebanyak 4 kali. Pada kompetisi selanjutnya yaitu tahun 2009/2010 dia dipinjamkan ke Klub SBV Excelsior yang pada tahun tersebut masih berada di Eerste Divisie atau Divisi 2, di klub ini dia bermain sebanyak 24 kali dengan mencetak 3 gol dan 1 asis dan klub tersebut kemudian promosi ke divisi 1 atau Eredivisie.



Selalu menjadi pemain utama di Excelsior, dia merupakan pemain masa depan klub tersebut bersama Tobias Waisapy pemain keturunan Indonesia lainnya. Tapi ada kemungkinan dia akan diambil kembali oleh Feyenoord setelah bermain gemilang bersama Excelsior. Excelsior pada kompetisi 2009/2010 tersebut adalah salah satu klub yang menggunakan jasa 5 pemain keturuna Indonesia yaitu : Tobias Waisapy, Ard van Peppen, Kevin Wattamaleo, Sigourney Bandjar dan Jordao Pattinama. Sayang 3 pemain keturunan Indonesia lainnya yaitu Ard van Peppen, Sigourney Bandjar dan Jordao Pattinama pindah Klub untuk kompetisi sekarang.

Kalo PSSI sungguh2 dengan Naturalisasi pemainnya, maka Kevin Wattamaleo adalah salah satu pemain yang bisa diharapkan untuk meningkatkan prestasi bagi Tim Nasional Indonesia.
Cayfano Latupeirissa


Pemain keturunan Indonesia yang lahir di Bemmel pada tanggal 28 April 1991 dengan tinggi badan 1.72 M ini adalah pemain potensial dan merupakan pemain promosi dari Tim NEC muda. Berposisi sebagai Forward atau penyerang, dia merupakan salah satu alternative pilihan untuk kompetisi sekarang bagi NEC Nijmegen.



Pertamakali melakukan debutnya pada Eredivisie 2010/2011 adalah ketika bermain melawan VVV-Venlo pada tanggal 7/8/2010 sebagai pemain pengganti menggantikan Schøne pada menit 82 dan Klubnya menang 1-0 pada pertandingan tersebut.
Jika mau PSSI harus dari sekarang menaturalisasi pemain ini, selain masih muda juga mempunyai kemampuan yang baik untuk posisi sebanagi penyerang dan bisa digunakan untuk Sea games dan Olimpiade

Luciano Narsingh


Pemain berdarah Indonesia ini lahir di Amsterdam pada tanggal 13 September 1990 dengan tinggi badan 1.78 M, berposisi sebagai penyerang atau sayap dia adalah salah satu angota dari Tim Nasional Belanda U-20. Pemain ini adalah adik dari Furdjel Narsingh yang bermain untuk Telstar di Divisi 2 Belanda mantan pemain AZ Alkmar.



Pada kompetisi Eredivisie Belanda tahun 2010/2011 ini dia masuk ke kembali ke Tim Utama SC Heerenveen untuk yang ketiga kalinya setelah pada tahun 2008/2009 bermain sebanyak 2 kali dan pada tahun 2009/2010 dia bermain sebanyak 2 kali pula, jadi total bermain di Eredivisie Belanda adalah sebanyak 4 kali. Dan semoga saja pada kompetisi tahun sekarang dia diberikan banyak kesempatan untuk bermain.


Dia merupakan pemain muda potensial dan sangat dibutuhkan untuk Tim Nasional Indonesia di masa depan, tapi harus dari sekarang PSSI bisa menaturalisasi dia untuk kebutuhan di arena Sea Games 2011 dan Olimpiade mendatang.


Pemain-pemain lainnya yang bermain untuk Tim Eredivisie Senior walaupun sebatas pemain reserve, tapi itu juga menandakan bahwa mereka punya potensi dan diharapkan bisa berkembang di tahun-tahun mendatang oleh klubnya, mereka adalah Estefan Pattinasarany, Abel Tamata dan Romario Sabajo

Esteffan Pattinasarany












Pemain keturunan Indonesia kelahiran tanggal 11 Oktober 1990 ini adalah pemain muda potensial, dia sekarang bermain untuk AZ Alkmar di Eredivisie Belanda 2010/2011. Berposisi sebagai bek kanan, dia merupakan pemain muda hasil binaan dari klub tersebut.

Abel Tamata dan Romario Sabadjo

Kedua pemain ini adalah adalah pemain dari PSV Eindhoven, tim elite dari Eredivisie Belanda. Mereka mempunyai kemampuan yang baik dan sukses dengan Tim Muda PSV pada tahun tahun sebelumnya dimana mereka bermain, dan pada tahun ini mereka promosi ke Tim Senior walaupun masih di Tim PSV Eindhoven II dan sewaktu waktu bisa dimainkan pada pertandingan Eredivisie



Demikianlah beberapa pemain keturunan Indonesia yang bermain untuk beberapa klub di Eredivisie Belanda untuk tahun 2010/2011

Pemain Keturunan Indonesia yang bermain di Eredivisie Belanda 2010/2011 ( Bagian Kedua)





Pada bagian kedua ini, saya akan menulis beberapa pemain lainnya, yaitu John van Beukering, si kembar Edinho dan Jordao Pattinama, dan terakhir adalah Tobias Waisapi.
Seperti kita ketahui bahwa mereka akan siap dan senang serta bangga jika dipilih masuk Tim Nasional Indonesia, hanya tinggal PSSI nya saja bisa melobby mereka. Dan berdarsarkan informasi terbaru bahwa PSSI akan bekerja sama dengan KNVB untuk menaturalisasi mereka yang siap untuk membela Tim Nasional Indonesia, dimana ketuan BTN PSSI beserta jajarannya pada akhir Juli ini akan datang ke Belanda untuk mendata serta pada bulan September nanti akan dilakukan seleksi buat mereka, semoga saja semuanya berjalan dengan lancar.
Ok kita mulai saja dengan tulisan dan data tentang mereka, pemain yang siap membela Tim Nasional Indonesia.
John van Beukering : Striker Vitesse/ 8 Agustus 1983


John van Beukering
John van Beukering dilahirkan pada tanggal 8 Agustus 1983 di Velp Belanda, dia adalah seorang keturunan Indonesia dari kakeknya. Sejak kecil dia dikenalkan oleh kakeknya untuk bermain sepakbola, sehingga dia sangat menggemari permainan tersebut.

Setelah bermain di club amatir, Vitesse melihat bakat yang besar, dan tertarik untuk merekrutnya dan dimasukan ke akademi muda Vitesse. Pada musim 2000/2001 ia melakukan debut untuk tim utama Vitesse's. Van Beukering mencetak 2 gol dalam 3 pertandingan ia bermain pada musim itu. Musim berikutnya ia mendapat tempat dalam lineup awal untuk klub dan mencetak 3 gol.


Pada musim 2002/2003 ia hampir tidak pernah bermain (hanya 6 kali), jadi ia dipinjamkan ke FC Zwolle. Pada FC Zwolle ia juga memainkan 6 game, mencetak 2 gol. Musim berikutnya pinjaman diperpanjang, dan van Beukering mencetak 3 gol dalam 14 pertandingan.

Van Beukering kembali ke mantan klub nya De Graafschap dalam liburan musim dingin. Dengan 9 gol dalam 11 pertandingan ia memiliki saham penting dalam promosi De Graafschap kepada Eredivisie pada akhir musim 2003/2004. Dalam Eredivisie ia bermain 31 pertandingan untuk De Graafschap, mencetak 9 gol. Pada akhir musim ia mengalami cedera lutut berat, dan ia tidak bisa bermain untuk lebih dari setengah tahun.

Setelah kesuksesan dengan De Graafschap, van Beukering menarik perhatian sejumlah klub Eredivisie. Dia akhirnya pindah ke NEC, yang telah menemukan pencetak gol baru mereka. Musim 2007/2008 adalah pertamanya untuk NEC, di mana ia menandatangani kontrak, yang akan menahannya di klub sampai setidaknya 2010.

Dia telah banyak dikaitkan dengan kepindahan ke Swansea City pada musim transfer 2009/2010, tetapi ia memutuskan untuk pindah ke klub dimana dia menikmati beberapa musim yang besar yaitu De Graafschap

Pada musim panas 2010, kontrak Van Beukering tidak diperpanjang oleh De Graaschap, yang berarti bahwa ia menjadi agen bebas, dan sekarang dia kembali ke Club pertamanya sebagai pemain senior yaitu Vittese.
Inilah sekilas informasi tentang kesediaan dia bermain untuk Tim Nasional Indonesia :

"Pada awalnya saya pikir itu adalah lelucon," Van Beukering menanggapi undangan di Algemeen Dagblad. "Tapi NEC tidak memiliki mesin fax. Dengan karir di tim nasional Indonesia, aku pernah membahas ini dengan kakekku. Sayangnya dia sudah meninggal. Jika peluang itu ada, aku yakin seratus persen. Sebuah prestasi dunia memang sulit, ya Tapi ini adalah pengalaman yang menyenangkan.. Meskipun tidak begitu jauh, hanya percakapan tapi hanya menunggu.

So, apalagi tinggal PSSI serius untuk memanggil dia untuk menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia, secara dia sudah mau dan bangga ko …..


Si Kembar Edinho dan Jordao Pattinama


Si kembar ini mempunyai talenta yang hebat dari keluarga Pattinama, usia yang masih muda yaitu kelahiran 1 Maret 1989 berarti masih berusia 21 tahun, merupakan bakat yang diturunkan oleh ayahnya yaitu Toni Pattinama seorang pemain sepakbola di Liga Belanda antara tahun 1975 sampe 1992 yang bermain di beberapa club seperti FC Utrecht, FC Den bosch, Excelsior dan ADO Den Haag.
Sekitar tahun 1995 saya sempat ketemu dan berkenalan dengan Toni Pattinama ketika saya masih SMP waktu itu, karena sempat dikenalkan oleh teman saya/tetangga saya yang berasal dari Ambon keluarga Pattinama di Bandung. Saya hanya dikasih tahu bahwa kata teman saya, dia itu om nya dan sempat bermain untuk Tim Nasional Senior B Belanda. Toni waktu itu datang ke Bandung untuk liburan dan bertemu saudaranya di Indonesia. Ternyata setelah sekitar 15 tahun kemudian putra2 nya mengikuti dia menjadi pemain sepakbola professional.

Edinho Pattinama : Striker NAC Breda / 1 Maret 1989

Edinho Pattinama
Edinho Pattinama sekarang bermain untuk Tim NAC Breda di divisi Utama Liga Belanda ( Eredivisie ), dengan posisi sebagai penyerang tengah / striker sejak tahun 2008. Di Klub nya tersebut memang belum menjadi tim inti, tapi berdasarkan informasi dari klub tersebut, dia akan menjadi pemain masa depan klub tersebut. Baru memainkan 5 pertandingan dan belum mencetak gol, dan diharapkan pada kompetisi tahun 2010/2011 ini menjadi salah satu tulang punggung klub tersebut.

Jordao Pattinama : Gelandang Feyenoord / 1 Maret 1989
Jordao Pattinama
Lain Edinho Pattinama lain pula Jordao Pattinama, Jordao Pattinama adalah pemain masa depan Feyenoord Roterdam, salah satu klub besar dan berprestadi di Liga Belanda. Menjadi pemain senior sejak tahun 2008 setelah sebelumnya berada di tim muda Feyenoord dan mempunyai posisi sebagai gelandang. Bermain sebanyak 3 kali di kompetisi Eredivisie buat Feyenoord pada tahun 2008/2009 dan belum mencetak gol. Tetapi pada musim kompetisi tahun 2009/2010 dia dipinjamkan ke tim divisi 2 ( EersteDivisie ) SBV Exelsior, yang pada akhirnya klub tersebut bisa promosi ke Divisi Utama ( Eredivisie ) Liga Belanda untuk kompetisi Tahun 2010/2011.
Untuk musim kompetisi 2010/2011 Jordao kembali akan memperkuat Feyenoord Roterdam setelah peminjamannya di klub SBV Exelsior berakhir. Tapi berdasarkan informasi terbaru dia akan bermain untuk tim Feyenoord Amatir terlebih dahulu sebelum mendapatkan klub baru.

Kedua kembar bersaudara ini tidak seperti pemain lainnya yang sangat antusias untuk bermain di Tim Nasional Indonesia, mereka masih berfikir dan menurutnya tidak berjanji untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia, tapi kemungkinannya masih bisa asal lobby dari PSSI bisa meyakinkan mereka.




Tobias Waisapi : Beck SBV Excelsior / 8 Januari 1988
Tobias Waisapi
Lahir di Capelle aan den IJssel, pada tanggal 8 Januari 1988, Tobias Waisapi yang merupakan keturunan Indonesia ( Maluku ) merupakan pemain yang berbakat yang dipunyai SBV Exelsior, salah satu Tim Promosi di Eredivisie 2010/2011. Dia merupakan didikan dari Feyenoord Roterdam dan sempat masuk ke tim senior dari Feyenoord Roterdam pada awal kariernya di sepakbola professional Belanda pada tahun 2008.
Pada tahun kompetisi 2001/2010 dia pindah ke SBV Exelsior tim divisi 2 waktu itu sebagai pemain pinjaman dari Feyenoord Roterdam, dan klub tersebut akhirnya bisa promosi ke divisi utama Liga Belanda untuk Kompetisi 2010/2011.
Berposisi sebagai bek, dia oleh klubnya sekarang dianggap salah satu pemain yang berbakat dan merupakan pemain masa depan klub tersebut.

Van Beukering Bukan Lagi Pemain Go Ahead Eagles


Salah satu pemain yang ingin dinaturalisasi Indonesia, Jhon van Beukering, mencari klub baru setelah tak lagi berstatus sebagai pemain Go Ahead Eagles -- klub divisi satu Belanda.

Keputusan tersebut bukan lagi kejutan, demikian Voetbal International, karena kedua pihak sepakat dapat memutus kerja sama sewaktu-waktu.

Go Ahead menggunakan jasa Van Beukering sebagai pengganti Frank van der Zwan yang cedera. Jumat (1/10) kemarin, Van der Zwan sudah kembali bermain dan membantu kemenangan 8-0 atas FC Dordrecht. Van Beukering pun memutuskan mencari klub baru.

"Begitu Van der Zwan pulih, Van Beukering tak lagi melihat prospek di tim ini," ujar pelatih Andries Ulderink.

"Apalagi dia akan mengunjungi Indonesia selama dua pekan. jadi Jhon memutuskan mencari klub baru."

Van Beukering akan menjadi bagian dari tim Indonesia yang menjamu Uruguay dalam laga uji coba internasional di Jakarta, Jumat mendatang. Striker berusia 27 tahun itu sudah mengonfirmasi ketertarikannya berseragam Merah-Putih.

"Kami akan bermain menghadapi Uruguay di hadapan 80 ribu orang," ujarnya kepada Omroep Gelderland.

"Tapi tentu lebih menyenangkan jika saya dimainkan. Saya sangat bangga. Saya belum pernah ke sana, tapi saya tahu gambaran suasananya dari kakek-nenek saya."

"Bahasa mereka agak sulit. Saya cuma paham sedikit Melayu, tapi saya akan ke sana bersama kakak saya, Dennis. Kata penting yang saya tahu adalah 'makan'."

Mungkinkah Van Beukering tertarik melanjutkan karier di Indonesia?

Alam Shah Hattrick, Arema Pesta Gol


VIVAnews - Juara bertahan Liga Super Indonesia (ISL), Arema FC meraih kemenangan pertama musim ini dengan melumat Bontang FC 5-0 di Stadion Mulawarman, Bontang, Sabtu 2 Oktober 2010.

Setelah tumbang dari Persisam Samarinda di laga pertama, Arema mengamuk saat melawan Bontang FC. Striker asal Singapura Noh Alam Shah menjadi bintang pada pertandingan ini dengan mencetak hattrick.

Dominasi Arema sudah tampak sejak awal pertama ketika Roman Chmelo mencetak gol cepat saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Gelandang serang asal Slovakia ini sukses memanfaatkan umpan Ridhuan Muhamad.

Tim Singo Edan semakin di atas angin ketika kapten Bontang FC, Ali Khadaffi, mendapat kartu merah dua menit kemudian setelah memukul Chmelo. Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan Arema.

Alam Shah mencetak gol pertamanya pada pertandingan ini pada menit ke-14 lewat umpan Ridhuan. Kedudukan 2-0 untuk Arema bertahan hingga jeda babak pertama.

Menit ke-60, giliran Ridhuan yang berhasil mencetak gol bagi Arema. Gelandang tim nasional Singapura ini dengan jeli memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Roman Chmelo yang gagal dihentikan dengan sempurna oleh kiper Bontang FC Ade Mochtar.

Enam menit kemudian Alam Shah mencetak gol keduanya pada pertandingan ini. Dan striker yang akrab disapa Along ini melengkapi hattricknya lewat gol yang dicetaknya saat injury time. (irv)

• VIVAnews