selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun''

indonesia 26 juni 2010. selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun'' semoga anda senang dengan blog saya dan senring mengunjungi blog saya ''rahmadanaxtosantrun''. Tertanda rahmad.cahyo.gumilar

Inilah Pemain Masa Depan Sepakbola Indonesia

Selasa, 07 September 2010


Dendi Santoso (lahir di Malang, Jawa Timur, 9 Mei 1990; umur 19 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia. Dia memulai belajar sepak bola di SSB Unibraw 82, kemudian Dia terjaring dalam Akademi Arema tahun 2004. setelah itu di tahun 2006 Dia masuk di tim Arema Jr U-18 Piala Soeratin Liga Remaja Nasional, di tahun 2007 Dia ikut membawa Arema Jr juara Piala Soeratin LRN U-18. Di tahun 2008 Dia menjadi bagian dari tim B atau tim U-21 Arema. Pada putaran kedua Liga Super Indonesia 2008/09 statusnya naik menjadi pemain senior. Dia biasa berposisi sebagai penyerang sayap. Ia adalah salah satu anggota skuad timnas U-23 Sea Games XXV 2009 yang diterjunkan di Vientiane, Laos.


Yongki Ariwibowo
Pemain yang memulai karier sepakbolanya dari Sekolah Sepakbola (SSB) Sinar Jaya, Tulungagung, memang tipikal striker yang pandai menempatkan posisi di depan gawang lawan. Ketangkasannya membawa bola juga patut diperhitungkan. Dengan tinggi 175cm dan berat 63kg, dia juga mahir menyantap bola-bola atas.

Syamsir Alam
(lahir di Balingka, IV Koto, Agam, 6 Juli 1992; umur 17 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk SAD Indonesia. Tim yang saat ini berguru di Uruguay, Amerika Selatan. Syamsir adalah lulusan dari SSB AS IOP, SSB yang didirikan oleh mendiang Ronny Pattinasarani. Syamsir pernah mengikuti Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC yang mewakili Indonesia. Ia juga sempat mengikuti tes bersama tim junior dari Belanda, Vitesse Arnhem dan Heerenveen tapi sayang gagal. Syamsir adalah type striker pekerja. di kompetisi Liga U-17 Quinta Division 2008 ia menjadi top skor dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga yang dilakoninya. Syamsir dikenal sangat dekat dengan pelatihnya Cesar Payovich.
Wonderkid 004:
Kurnia Meiga Hermansyah (lahir di Jakarta, 7 Mei 1990; umur 19 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Arema Indonesia di Liga Super Indonesia, Arema adalah klub profesional pertama yang ia perkuat setelah lulus dari SLTA. Arema tertarik mengontraknya karena Kurnia adalah punggawa Timnas PSSI U-19. Kurnia saat ini menjalani skorsing 6 bulan dari Komdis PSSI, karena terbukti melempari wasit pada laga saat Arema lawan PKT Bontang. Kurnia adalah adik kandung dari Achmad Kurniawan penjaga gawang dari Semen Padang. Kurnia berposisi sebagai penjaga gawang.
Wonderkid 005:
Biodata
Nama : Rachmat Latif
Lahir : Makassar, 27 September 1988
Tinggi/Berat : 184 cm/79 kg
Posisi : Stopper
Karir : MFS (2000-2005)
Timnas U-17 (2005)
Persib U-23 (2006)
PSM Makassar (2007)
Timnas U-19 (2008)
Timnas U-21 (2008)
Wonderkid 006:
Yandi Sofyan Munawar (lahir di Garut, Jawa Barat, 25 Mei 1992; umur 17 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini ia bermain untuk SAD Indonesia. Tim yang saat ini berguru di Uruguay, Amerika Selatan. Posisinya dalam bermain adalah sebagai Striker, Ia menggunakan kostum nomor punggung 9. Yandi merupakan adik dari Zaenal Arief, pemain yang kini bermain untuk tim Persisam Putra Samarinda.
Wonderkid 007:
Irvin Museng (lahir di Makassar, 16 Juli 1992; umur 17 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Ia berposisi sebagai penyerang. Dia pernah menjadi top skorer Danone Cup di Prancis tahun 2005. Sehingga dia diterima di tim yunior Ajax Amsterdam. Kemudian balik ke PSM Makassar. Sekarang dia bermain untuk Pro Duta Bandung di Divisi Utama Liga Indonesia.
Wonderkid 008:
Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 21 tahun). Irfan merupakan warga negara Belanda keturunan Indonesia, Irfan pernah hampir pasti membela tim sepak bola U-23 Indonesia di Asian Games 2006 – Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera saat terkena takling saat bermain di Liga Junior. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.

Wonderkid 009:

Nama Hanif mulai mencuat saat memperkuat timnas U-13 Indonesia pada Festival AFF 2009 di Sabah,Malaysia tahun lalu. Dalam even ini, bocah kelahiran 7 April 1997 itu terpilih menjadi salah satu pemain terbaik.

Sebagai hadiah, Hanif lantas diboyong oleh orang tuanya untuk berkunjung ke markas MU. Di sana Hanif didaftarkan untuk ikut kurusus untuk anak seusianya.

Sumber : http://kask.us/3422117 oleh tenki

Farri Pemain Berbakat Indonesia Bermain Di Liga Qatar



Mungkin banyak pembaca yang telah mendengar bahwa kabar mengenai keberadaan pemain berbakat asal Indonesia yang bermain untuk Liga professional di Qatar. Dia adalah Farri, yang bernama lengkap Syaffarizal Mursalin yang lahir di Aceh, 17 tahun silam.

Keberadaan Farri di Qatar memang sejak dirinya berumur 4 tahun karena mengikuti jejak sang ayah yang bekerja di salah satu perusahaan besar di Qatar. Farri yang mengaku sangat mencintai profesinya ini menceritakan betapa sungguh beruntungnya dia, di saat kampung halamannya porak poranda karena hantaman tsunami yang menghabisi nyawa ratusan ribu orang, dia berada di Qatar sedang asik-asiknya berlatih sepakbola.

Kesempatan emas untuk menjadi pemain terkenal memang tidak disia siakan dirinya. Sejak umur 12 tahun Farri dilatih khusus oleh pelatih asal inggris. Kini farri bergabung bersama tim AL khor, di Qatar star League. Salah satu liga yang pernah diramaikan pemain seperti Gabriel batistuta.kabarnya pada januari tahun lalu, dia menandatangani kontrak selama 3 tahun ke depan untuk bermain bersama Al khor.

Farri yang pernah bermain bersama tim nasional Qatar U-14 tahun nyaris bermain untuk tim nasional Qatar di kualifikasi piala asia. Tapi sayang kewarganegaraannya masih mengikuti orang tuanya sebagai warga Negara Indonesia. Kepiawaian farri dalam bermain bola ini telah terdeteksi oleh beberapa agent dan scout dari klub klub besar eropa. Farri yang ditemui wartawan asal Indonesia mengatakan bahwa dirinya ingin sekali bermain untuk tim nasional Indonesia suatu hari nanti.

Kini Al khor ditangani pelatih sekaliber Alain Perrin , pelatih yang pernah melatih klub lyon, dan Portsmouth di liga inggris. Sesuai rencana, alain perrin pun telah berjanji menginginkan Farri sebagai pemain intinya di lini depan. Lebih tepatnya farri memang telah berada di jalur yang benar untuk menjadi pemain sukses di masa depan.

sumber : www.supersoccer.co.id

ungkin banyak pembaca yang telah mendengar bahwa kabar mengenai keberadaan pemain berbakat asal Indonesia yang bermain untuk Liga professional di Qatar. Dia adalah Farri, yang bernama lengkap Syaffarizal Mursalin yang lahir di Aceh, 17 tahun silam.

Keberadaan Farri di Qatar memang sejak dirinya berumur 4 tahun karena mengikuti jejak sang ayah yang bekerja di salah satu perusahaan besar di Qatar. Farri yang mengaku sangat mencintai profesinya ini menceritakan betapa sungguh beruntungnya dia, di saat kampung halamannya porak poranda karena hantaman tsunami yang menghabisi nyawa ratusan ribu orang, dia berada di Qatar sedang asik-asiknya berlatih sepakbola.

Kesempatan emas untuk menjadi pemain terkenal memang tidak disia siakan dirinya. Sejak umur 12 tahun Farri dilatih khusus oleh pelatih asal inggris. Kini farri bergabung bersama tim AL khor, di Qatar star League. Salah satu liga yang pernah diramaikan pemain seperti Gabriel batistuta.kabarnya pada januari tahun lalu, dia menandatangani kontrak selama 3 tahun ke depan untuk bermain bersama Al khor.

Farri yang pernah bermain bersama tim nasional Qatar U-14 tahun nyaris bermain untuk tim nasional Qatar di kualifikasi piala asia. Tapi sayang kewarganegaraannya masih mengikuti orang tuanya sebagai warga Negara Indonesia. Kepiawaian farri dalam bermain bola ini telah terdeteksi oleh beberapa agent dan scout dari klub klub besar eropa. Farri yang ditemui wartawan asal Indonesia mengatakan bahwa dirinya ingin sekali bermain untuk tim nasional Indonesia suatu hari nanti.

Kini Al khor ditangani pelatih sekaliber Alain Perrin , pelatih yang pernah melatih klub lyon, dan Portsmouth di liga inggris. Sesuai rencana, alain perrin pun telah berjanji menginginkan Farri sebagai pemain intinya di lini depan. Lebih tepatnya farri memang telah berada di jalur yang benar untuk menjadi pemain sukses di masa depan.

sumber : www.supersoccer.co.id

November, Sriwijaya Rekrut Pembobol Gawang Brasil

Minggu, 05 September 2010


Manajemen Sriwijaya FC akan mendatangkan gelandang timnas Korea Utara, Ji Yun Nam, pada November mendatang, kendati kompetisi Superliga Indonesia 2010/11 sudah bergulir.

Direktur umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri [SOM] Dodi Reza mengatakan, manajemen sudah melakukan negosiasi dengan pemain berusia 33 tahun tersebut, dan telah menemui kesepakatan harga yang ditawarkan klub.

“Dari negosiasi itu, dia sudah setuju dengan harga yang kami tawarkan. Jika tidak halangan, maka pada November nanti dia sudah menandatangani kontrak. Paling lambat Desember. Ji Yun Nam akan menjadi pemain Korea Utara pertama yang main di Indonesia,” ujar Dodi.

Mengingat perekrutan dilakukan setelah bursa transfer ditutup, maka Ji Yun Nam baru akan bisa memperkuat Sriwijaya FC pada putaran kedua nanti. Selain itu, momen ini digunakan untuk mengurusi administrasi Ji Yun Nam yang diperkirakan berlangsung lama, karena tak ada kedutaan besar di masing-masing negara.

Saat ini Ji Yun Nam memperkuat klub Liga Utama Korea Utara, April 25. Bersama tim nasional, Ji Yun Nam menjalani karir cukup bagus. Ia menjadi pencetak gol tunggal Korea Utara ke gawang Brasil pada Piala Dunia 2010 lalu.

18 pemain belanda keturunan indonesia

kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda? Jika saya menguraikan panjang lebar maka kita akan memulainya dari titik sejarah penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda. Tapi disini, saya tidak mengaitkan hal itu, karena sepakbola adalah sepakbola, saya tidak mau mencampurinya dengan urusan politik dan sebagainya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, terseliplah beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal.

Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol. Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

1. Simon Melkianus Tahamata

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987. Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.

Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat disayangkan!

Tidak Pernah Habis!


Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.

Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa (neneknya).

2. Gio van Bronckhoorst

3. Johny Heitinga

4. Demy de Zeeuw

5.Nigel de Jong

6. van Persie
Saya berani mengatakan pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.

Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).
7. Michael Timisela

8. Sven Taberima

9. Christian Supusepa

10. Robert Timisela

11. Gaston Salasiwa
12. Ignacio Tuhuteru

13. Stefano Lilipaly

14. Dommingus Lim-Duan

15. Petu Toisuta

16. Djilmar Lawansuka
17. Estefan Pattinasarani

18. Justin Tahaparry
Jadi, kalau orang Maluku identik dengan timnas Belanda, bukan sebuah keterpaksaan, bukan sekedar ngefans, tetapi sejarah dan hubungan persaudaraan yang masih terjalin sampai sekarang.

Hadapi Sriwijaya FC, Persiwa Coba Dua Legiun Asing


Persiwa Wamena akan mencoba dua pemain asing ketika menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC pada pertandingan final turnamen Inter Island Cup [IIC] 2010 di Stadion Gelora Jakabaring besok malam.

Pelatih Persiwa Suharno mengatakan, tim Badai Pegunungan sudah siap menghadapi pertandingan final turnamen pra-musim tersebut. Namun Suharno tidak memberikan target khusus kepada para pemainnya, kecuali memperlihatkan permainan terbaik.

Pada pertandingan nanti, Suharno akan mencoba kemampuan dua pemain asing barunya, Vagner Luis dan Sasha Sicevic. Kedua pemain tersebut baru ditampilkan di laga ini. Pada dua pertandingan sebelumnya melawan PSM Makassar dan Arema Indonesia, mereka belum dimainkan.

“Kami akan mencoba pemain baru di pertandingan nanti. Dari 18 pemain yang saya bawa, ada enam pemain yang baru dimainan, termasuk dua pemain asing itu. Karena itu, kami ingin melihat kemampuan mereka,” ujar Suharno.

“Kami tidak memberikan target yang muluk-muluk di turnamen ini. Saya hanya minta pemain memperlihatkan kemampuan maksimal mereka. Apalagi kami menghadapi Sriwijaya FC yang memiliki materi pemain lebih bagus.”

Jendri Hengkang, Persipura Bidik Kosin

Jumat, 03 September 2010


Persipura Jayapura akan mencari kiper asal Asia untuk menggantikan posisi Jendri Pitoy setelah penjaga gawang itu tidak memperlihatkan keinginan untuk bertahan bersama tim Mutiara Hitam.

Hal itu diungkapkan manajer tim Persipura Rudy Maswi ketika launching jersey tim di Jakarta hari ini. Menurut Rudy, sejumlah kiper sudah masuk bidikan, satu diantaranya Sinthaweechai 'Kosin' Hathairattanakool.

“Jendri tidak akan bersama Persipura lagi pada musim. Saya sudah mencoba menghubungi dia, tapi tidak pernah berhasil. Saya dengar dia mendapat tawaran dari beberapa klub. Katanya dia akan ke Perseman [Manokwari],” ungkap Rudy.

“Kami akan mencari kiper dari Asia, dan berharap bisa mendapatkannya sebelum kompetisi dimulai. Kosin mungkin bisa masuk dalam daftar kami. Tapi kami terlebih dahulu harus melihat agenda kompetisi di negara-negara Asia, karena jadwal mereka tidak sama dengan kita.”

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyatakan tidak akan ada perubahan besar-besaran dalam komposisi pemain Persipura. Manajemen bakal mempertahankan sebagian besar skuad yang ada.

Gaston Kembali Ke Lapangan Hijau


Masih ingat Gaston Castano? Ya, pemain asal Argentina yang juga kekasih Julia Perez tersebut dikabarkan akan segera merumput kembali. Klub yang meminatinya adalah juara Divisi Utama 2009/10, Persibo Bojonegoro.

Menurut Jawa Pos, Gaston kini sedang menjalani latihan bersama skuad Persija Jakarta, namun bukan untuk seleksi, tapi hanya untuk mengembalikan kondisi setelah didera cedera panjang. Gaston juga diberi kesempatan oleh Rahmad Darmawan untuk menunjukkan aksinya di laga uji coba yang dilakukan Persija.

"Musim lalu sebenarnya ada beberapa klub yang menginginkan saya bergabung. Tapi, saya menolak karena takut tidak bisa maksimal. Jika saya memaksa, malah reputasi saya akan rusak,'' ungkap Gaston.

Kini Gaston merasa kondisinya telah pulih dari cedera, bahkan saat membela Persija di laga ujicoba, Gaston mampu tampil menawan dan menyita perhatian beberapa penonton di stadion.

"Sekarang saya sudah merasa 100 persen fit dan siap kembali berkiprah di persepakbolaan Indonesia. Saya ingin bergabung dengan salah satu tim ISL,'' tegasnya.

Tampaknya harapan Gaston akan segera terwujud, karena dikabarkan Persibo telah menunjukkan keinginannya untuk merekrut mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut. Hal itu dibenarkan oleh pelatih Persija, Rahmad Darmawan.

"Pihak Persibo menghubungi saya untuk minta informasi mengenai kondisi Gaston. Saya bilang apa adanya saja. Selama berlatih di sini, saya tahu kondisinya seperti apa. Dia layak bermain di ISL," ujar Rahmad