selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun''

indonesia 26 juni 2010. selamat datang di blog saya ''rahmadanaxtosantrun'' semoga anda senang dengan blog saya dan senring mengunjungi blog saya ''rahmadanaxtosantrun''. Tertanda rahmad.cahyo.gumilar

18 pemain belanda keturunan indonesia

Minggu, 05 September 2010

kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda? Jika saya menguraikan panjang lebar maka kita akan memulainya dari titik sejarah penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda. Tapi disini, saya tidak mengaitkan hal itu, karena sepakbola adalah sepakbola, saya tidak mau mencampurinya dengan urusan politik dan sebagainya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, terseliplah beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal.

Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol. Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

1. Simon Melkianus Tahamata

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987. Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.

Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat disayangkan!

Tidak Pernah Habis!


Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.

Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa (neneknya).

2. Gio van Bronckhoorst

3. Johny Heitinga

4. Demy de Zeeuw

5.Nigel de Jong

6. van Persie
Saya berani mengatakan pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.

Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).
7. Michael Timisela

8. Sven Taberima

9. Christian Supusepa

10. Robert Timisela

11. Gaston Salasiwa
12. Ignacio Tuhuteru

13. Stefano Lilipaly

14. Dommingus Lim-Duan

15. Petu Toisuta

16. Djilmar Lawansuka
17. Estefan Pattinasarani

18. Justin Tahaparry
Jadi, kalau orang Maluku identik dengan timnas Belanda, bukan sebuah keterpaksaan, bukan sekedar ngefans, tetapi sejarah dan hubungan persaudaraan yang masih terjalin sampai sekarang.

Hadapi Sriwijaya FC, Persiwa Coba Dua Legiun Asing


Persiwa Wamena akan mencoba dua pemain asing ketika menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC pada pertandingan final turnamen Inter Island Cup [IIC] 2010 di Stadion Gelora Jakabaring besok malam.

Pelatih Persiwa Suharno mengatakan, tim Badai Pegunungan sudah siap menghadapi pertandingan final turnamen pra-musim tersebut. Namun Suharno tidak memberikan target khusus kepada para pemainnya, kecuali memperlihatkan permainan terbaik.

Pada pertandingan nanti, Suharno akan mencoba kemampuan dua pemain asing barunya, Vagner Luis dan Sasha Sicevic. Kedua pemain tersebut baru ditampilkan di laga ini. Pada dua pertandingan sebelumnya melawan PSM Makassar dan Arema Indonesia, mereka belum dimainkan.

“Kami akan mencoba pemain baru di pertandingan nanti. Dari 18 pemain yang saya bawa, ada enam pemain yang baru dimainan, termasuk dua pemain asing itu. Karena itu, kami ingin melihat kemampuan mereka,” ujar Suharno.

“Kami tidak memberikan target yang muluk-muluk di turnamen ini. Saya hanya minta pemain memperlihatkan kemampuan maksimal mereka. Apalagi kami menghadapi Sriwijaya FC yang memiliki materi pemain lebih bagus.”

Jendri Hengkang, Persipura Bidik Kosin

Jumat, 03 September 2010


Persipura Jayapura akan mencari kiper asal Asia untuk menggantikan posisi Jendri Pitoy setelah penjaga gawang itu tidak memperlihatkan keinginan untuk bertahan bersama tim Mutiara Hitam.

Hal itu diungkapkan manajer tim Persipura Rudy Maswi ketika launching jersey tim di Jakarta hari ini. Menurut Rudy, sejumlah kiper sudah masuk bidikan, satu diantaranya Sinthaweechai 'Kosin' Hathairattanakool.

“Jendri tidak akan bersama Persipura lagi pada musim. Saya sudah mencoba menghubungi dia, tapi tidak pernah berhasil. Saya dengar dia mendapat tawaran dari beberapa klub. Katanya dia akan ke Perseman [Manokwari],” ungkap Rudy.

“Kami akan mencari kiper dari Asia, dan berharap bisa mendapatkannya sebelum kompetisi dimulai. Kosin mungkin bisa masuk dalam daftar kami. Tapi kami terlebih dahulu harus melihat agenda kompetisi di negara-negara Asia, karena jadwal mereka tidak sama dengan kita.”

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyatakan tidak akan ada perubahan besar-besaran dalam komposisi pemain Persipura. Manajemen bakal mempertahankan sebagian besar skuad yang ada.

Gaston Kembali Ke Lapangan Hijau


Masih ingat Gaston Castano? Ya, pemain asal Argentina yang juga kekasih Julia Perez tersebut dikabarkan akan segera merumput kembali. Klub yang meminatinya adalah juara Divisi Utama 2009/10, Persibo Bojonegoro.

Menurut Jawa Pos, Gaston kini sedang menjalani latihan bersama skuad Persija Jakarta, namun bukan untuk seleksi, tapi hanya untuk mengembalikan kondisi setelah didera cedera panjang. Gaston juga diberi kesempatan oleh Rahmad Darmawan untuk menunjukkan aksinya di laga uji coba yang dilakukan Persija.

"Musim lalu sebenarnya ada beberapa klub yang menginginkan saya bergabung. Tapi, saya menolak karena takut tidak bisa maksimal. Jika saya memaksa, malah reputasi saya akan rusak,'' ungkap Gaston.

Kini Gaston merasa kondisinya telah pulih dari cedera, bahkan saat membela Persija di laga ujicoba, Gaston mampu tampil menawan dan menyita perhatian beberapa penonton di stadion.

"Sekarang saya sudah merasa 100 persen fit dan siap kembali berkiprah di persepakbolaan Indonesia. Saya ingin bergabung dengan salah satu tim ISL,'' tegasnya.

Tampaknya harapan Gaston akan segera terwujud, karena dikabarkan Persibo telah menunjukkan keinginannya untuk merekrut mantan pemain Persiba Balikpapan tersebut. Hal itu dibenarkan oleh pelatih Persija, Rahmad Darmawan.

"Pihak Persibo menghubungi saya untuk minta informasi mengenai kondisi Gaston. Saya bilang apa adanya saja. Selama berlatih di sini, saya tahu kondisinya seperti apa. Dia layak bermain di ISL," ujar Rahmad

Boaz dan kabes main tarkam

Minggu, 29 Agustus 2010



Terungkap sudah alasan Boaz Solossa dan Ian Louis Kabes yang tak memenuhi panggilan Badan Tim Nasional (BTN) untuk mengikuti pelatnas setelah keduanya kedapatan tengah mengikuti turnamen antar kampung (tarkam) di Papua.

Mangkirnya dua pemain Persipura Jayapura sebelumnya karena alasan komunikasi karena surat pemanggilan untuk ikut pelatnas belum sampai. Namun Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua, Usman Fakaubun, menjelaskan jika keduanya tengah bermain tarkam di laga bertajuk "Kuskus Cup".

"Mereka mengikuti turnamen Kuskus Cup. Ini turnamen untuk mencari keringat di Jayapura. Orang-orang tua juga ikut," kata Usman, Kamis (19/8).

"Kami sama sekali tidak tahu bila Boaz dan Kabes dipanggil BTN. Justru kami baru mengetahuinya dari media tentang pemanggilan tersebut," lanjutnya.

Usman pun berkilah mengapa jika pemain sudah mangkir masih saja dipanggil. Meski begitu, tetap saja BTN akan menunggu keduanya di pelatnas tahap II nanti pada bulan Oktober mendatang.

PSSI pun akan bersikap tegas jika keduanya masih mangkir dan terancam hukuman denda serta larangan bermain. Ini bukan kali pertama Boaz mangkir. Pada beberapa pemangglan sebelumnya, ia juga kerap mangkir sebelum akhirnya datang. Sayangnya, PSSI pun tak tidak pernah menghukumnya.

"Pastinya akan ada sanksi bagi yang tidak memenuhi panggilan. Kami masih menunggu laporan BTN dan Komdis yang akan memprosesnya," ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes.

"Semua ada aturannya, dalam hal ini BTN masih menunggu mereka hingga Oktober. Jika masih tidak datang juga maka diberi sanksi melalui proses yang berlaku. Tidak benar jika seorang pemain tidak ingin dipanggil, dan hingga saat ini kami mencari alasan mengapa keduanya tidak datang. Kami juga berusaha menanyakan Pengprov Papua," tutup pria yang akrab disapa Kang Nug itu.

persiba jajal yusuke sasa


Persiba Balikpapan kedatangan pemain asal Jepang, Yusuke Sasa dan siap mencobanya saat turnamen Inter Island Cup (IIC) 2010 melawan Sriwijaya FC, Sabtu (28/8).

Turnamen IIC sendiri memang membolehkan klub peserta untuk memakai pemain yang tengah diseleksi. Sasa pun terlihat langsung mengikuti ujicoba lapangan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu (28/8) sore dan menggunakan nomor punggung 24 yang sebelumnya dipakai Anam Syahrul musim lalu.

"Iya, dia kan baru gabung. Kami lihat kemampuannya satu atau dua kali latihan lagi," kata pelatih Persiba, Junaedi.

"Saya akan memainkannya sebagai penyerang lubang atau gelandang serang,'' tambahnya.

Yusuke Sasa mengawali karir di Indonesia pada 2007 dan memperkuat Persikad Depok. Ia masuk nominasi pemain terbaik Divisi 1 Nasional. Tapi sayang, selama karirnya di Indonesia dia belum pernah memperkuat klub yang bermain di Liga Super Indonesia dan klub terakhir yang ia bela adalah Persikabo Bogor.

Sasa sendiri tercatat sebagi pemain asal Jepang pertama yang berkiprah di persepakbolaan tanh air. Tak heran jika ia sudah fasih berbahasa Indonesia ini mengaku cukup senang dengan suasan akrab yang terjalin di Persiba. Sasa juga merupakan mualaf setelah menikah dengan wanita asal Tangerang dan kini memilih tinggal di Indonesia.

"Saya berusaha memberikan yang terbaik. Suasana tim ini bagus sekali. Antarpemain akrab, saya senang dengan kondisi seperti ini," kata Sasa soal Persiba.

Bagi Persiba, Sasa bisa jadi alternatif untuk pemain asing Asia. Sebelumnya, sudah ada tiga nama yang mengikuti seleksi namun semuanya tak cocok dengan gaya permainan yang dikembangkan Junaedi. Nama terakhir yang ikut seleksi adalah mantan striker timnas Korea Selatan Ahn Hyo-yoen, yang kini sudah dipulangkan dinilai kecepatannya sudah jauh menurun.

Puyol & Xavi Terancam Absen Lawan Argentina


VIVAnews - Spanyol terancam tidak diperkuat duo Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandez, saat menghadapi Liechtenstein di kualifikasi Piala Eropa 2010. Juga melawan Argentina di laga persahabatan.

Spanyol akan memulai langkah mempertahankan gelar Piala Eropa dengan melawan Liechtenstein pada babak kualifikasi Piala Eropa 2012 di Vaduz, Jumat 3 September 2010. Empat hari kemudian, La Furia Roja bertandang ke Buenos Aires untuk melakoni laga persahabatan melawan Argentina.

Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque terancam tidak bisa memainkan Puyol dan Xavi pada kedua pertandingan tersebut. Mereka mengalami cedera saat Barcelona mengalahkan Racing Santander 3-0, Minggu 29 Agustus 2010.

Seperti dikutip Goal, Senin 30 Agustus 2010, Xavi harus keluar setelah jeda babak pertama karena memiliki masalah pada tendon achilles kaki kiri. Dan hingga saat ini, pihak Barcelona belum bisa memastikan berapa lama Xavi harus absen.

Puyol justru tidak bermain saat melawan Racing Santander setelah mengalami masalah pada betis kiri saat melakukan latihan sebelum pertandingan. Alhasil, pelatih Barcelona, Josep Guardiola harus menduetkan Gerard Pique dengan Eric Abidal di jantung pertahanan.

• VIVAnews